Beranda > perkempangan EQ > PANDANGAN TENTANG PERKEMBANGAN EQ

PANDANGAN TENTANG PERKEMBANGAN EQ

-MARGERY WILLIAMS

Sebagai psikolog perkembangan,pandangan saya tentang intelejensi emosional adalah, otomatis, bahwa EQ itu berkembang. Nenek saya menyebutnya kematangan, atau tepat sasaran dalam sepenuhnya egois.Dialah satu-satunya dalam hubungannya dengan kebutuhan, dan tidak sadar akan kebutuhan anda.Sesungguhnya,ia mungkin saja memenuhi anda untuk jadi penguus yg memupuk,tetapi itu bukanlah lewat upaya apapun di pihaknya.Untungnya bayi itu menggumkan dan kita tidak keberatan bahwa mereka itu penuntut dan egois. Tetapi, perilaku yg sama pada seorang individu berusia 35 tHUN tetunya boro-boro menyenagkan. Menangani tugas” pengembangan pengmbangan yg kita jumpai sementara usia kita bertambah memberi kita peluang untuk meningkatkan intelejensi emosional kita.

Mengembangkan EQ adalah perjalanan seorang pahlawan. Almarhum joseph campbell,penulis The Hero with a Thousand faces, mengembangkannya sebagai upaya yg kita tempuh, di mana kita meninggalkan zona nyaman kita dan menjajaki wilayah yg belum kita kenal. Ujung-ujungnya kita jumpai naga-kuasa-kuasa kita bergumul,dan dalam pergumulan tersebut kita tampil sebagai pemenang. Pergumulan ini menyakitkan, mungkin, tetapi jelas-jelas layak dijalani.

TUGAS PENGEMBANGAN SENTRAL

Kita semua menghadapi pergumlan di antara dua kuasa yg saling bertentangan: dorongan untuk mengembangkan diri dengan dorongan yg sebaliknya untuk menjadi bagian dari kelompok. Ketika saya mengembangkan diri, saya temukan apa yg saya inginkan.Siapa saya,mengerjakan apa yg ingin saya kerjakan. Saya kembangkan talenta dan minat saya dan mengikuti kehendak dan keingina saya. Ketika kuasanya bergerak ke arah lain, saya ingin menjafi bagian pasangan dari suatu kelompok,maka saya perlu mempertimbangkan apa yg anda inginkan, perlu bernegosiasi, perlu nekerja sama, perlu berlompromi,perlu berkawan.

Seorang yg sudah lama melajang, terserap dalam mebgenbangkan dirinya dan karirnya, berganti arah untuk menikah dan menciptakan kehidupan dengan pasangan. Seorang ibu yg anak-anakmya sudah dewasa dan tidak lagi serumah dengannya, setelah menghabiskan sebagian besar kehidupannya mengembangkan orang lain,berganti arah,mencoba karirnya sendiri.Seumur hidup ,pendulunya bolak-balik dari diri sendiri ke orang lain.Kesimbangan sangat pelit dan sulit di capai, tetapi dalam proses mengupayakan lesimbangan ini, kita kembagkan intelejensi enosional. Bagian-bagian yg kasar di haluskan,berbagai aspek mulai berkilau. Kita mengalami proses.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: